31-03-2013 : PENGURAPAN

 

  • Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya.

Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pegurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu -- dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta – dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.”

(1Yohanes 2:20, 27)

  • Apakah saudara orang yang diurapi? Tentu saja jawabannya : ya. Setiap orang yang percaya Tuhan Yesus akan menerima pengurapan dari pada Dia.

  • Apakah “Pengurapan?” itu?

Saudara dan saya tidak akan cukup puas untuk mendapatkan arti kata pengurapan dalam kamus bahasa.

Dalam kamus bahasa hanya dijelaskan sebagai kata kerja. Misalnya : “memberkati seseorang dengan minyak, menggosokkan minyak pada bagian tubuh seseorang sebagai bagian dari acara suatu agama.” dan lain sebagainya.

Padahal kita mengetahui bahwa,

pengurapan itu melibatkan ‘Sesuatu yang Hidup.’

Oral Roberts mengatakan : “Pengurapan adalah suatu saat ketika Allah memisahkan dari diri anda sendiri dan mengisi anda dengan kemuliaan-Nya sehingga pada saat anda berbicara, yang terdengar adalah seolah-olah Allah sendiri yang berbicara, dan pada saat anda bertindak, seolah-olah tindakan tersebut adalah tindakan Allah sendiri.

Anda adalah” diri anda sendiri, tetapi anda bukanlah diri anda sendiri. Anda tidak meninggalkan panca indera anda. Anda masih sadar bahwa ada suatu Diri – Roh Allah sendiri – telah menguasai anda, dan pada saat itu sepenuhnya menguasai anda, dan anda sedang bertindak di bawah pimpinan dan kuasa yang dari atas.”

Sedangkan Joan Hunter, mengatakan : “konsep bahasa Ibrani untuk pengurapan berasal dari kepercayaan kuno bahwa pengurapan minyak memberkati seseorang atau benda dengan kualitas-kualitas tertentu yang uggul dan bahkan supranatural. Dijaman Israel kuno, kebiasaan mengurapi dengan minyak menandakan berkat dari seseorang dengan kualifikasi untuk meninggikan. Contohnya, Samuel mengurapi Daud menjadi raja (lihat 1 Samuel 16:1-13).”

Dalam ayat bacaan kita, kita menyadari bahwa //urapan berbicara tentang suatu pribadi luar biasa yang kita kasihi : Roh Kudus//

  • Kenapa pengurapan penting?

1. Setiap kali Roh Kudus turun atas seseorang. Akan memberikan kekuatan, kuasa, pelepasan, memberikan kelimpahan sukacita, damai sejahtera, dan lain-lainnya.

Hidup tanpa pengurapan akan membuat kita kosong dan hidup dikuasai daging.

Contoh : Saul tidak lagi taat kepada Allah, dan dia kehilangan pengurapan raja-nya.

Cuplikan : 1Samuel 15:23,

... Karena engkau telah menolak fiman Tuhan, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja ...”

Saul telah kehilangan kekuatan, kuasa, pelepasan, memberikan kelimpahan sukacita, damai sejahtera, dan lain-lainnya.

Sebaliknya orang yang berjalan tetap dalam pengurapan Tuhan, orang itu akan hidup berkemenangan.

2. Tanpa pengurapan Roh Kudus, saudara dan saya tidak akan mampu memperoleh semua yang telah Allah sediakan bagi kita.

Tidak mampu menikmati “hidup yang sebenar-benarnya.”

Termasuk memiliki pikiran dan hati Kristus.

Ada lagu : “Que sera, sera, what ever will be, will be.....

Que sera, sera; yang akan terjadi, terjadilah. Dunia mengajarkan, hidup mereka dibiarkan dikendalikan oleh keadaan, membiarkan keadaan mendikte arah hidup mereka. Padahal kita tahu apa itu dunia. Siapa yang mengklaim dunia ini miliknya = Iblis!

Bapa kita mengatakan kita seperti domba ditengah srigala.

Sebagai orang percaya kita tidak akan berjalan mengalir dengan dunia, saya dan saudara bisa diterkam oleh si jahat.

Kita memerlukan pengurapan Roh Kudus!

3. Tanpa pengurapan Roh Kudus, tidak akan ada pelayanan kasut.

Saya dan saudara tidak akan sanggup memberkati kota dan mengguncang dunia tanpa pengurapan. Pekerjaan Missi untuk memenangkan jiwa-jiwa akan gagal tanpa pengurapan. Markus 16:15-18 sebenarnya berbicara tentang pengurapan dan penyertaan Allah.

Gereja tidak boleh memotong ayat-ayat ini, hanya ayat 15 saja, “.. Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” Tetapi firman harus dipercayai utuh sampai selesai. Bahwa di ayat selanjutnya ada pengurapan (baca ayat 16-18)

Banyak orang percaya sudah menerima pengurapan, tetapi bertindak ragu untuk menerima dan percaya akan urapan itu sendiri.

Sehingga menilai, seseorang yang melakukan pelayanan pelepasan (mengusir setan-setan) dan meletakkan tangan atas orang sakit di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, dikatakan suatu pencemaran dan mengarah kepada okultisme, atau pengajaran sesat.

Praduga yang tidak perlu, sebenarnya akan menghambat urapan itu terpancar keluar untuk memberkati dunia.

  • Bagaimana saudara dan saya menerima pengurapan?

  1. Menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. Mempelajari bahasa aslinya, kita menemukan bahwa terjemahan dari Kristus adalah “yang diurapi. Untuk menerima pengurapan, saudara dan saya harus tinggal dalam pengurapan = Kristus itu sendiri.

... demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.” (ay.27). Ada di “dalam Kristus” (Roma 8:1). Selain itu juga, sebab Dialah yang membaptis kita dengan Roh Kudus dan Api.

  1. Menghargai dan memelihara pengurapan.

Che Ahn mengatakan, “satu cara untuk menghargai urapan yang ada di antara kita adalah dengan mengijinkan karakter dan sifat Allah di bangun di dalam diri kita.”

Sebagai hamba Tuhan saya merasakan, tanpa membiarkan karakter dan sifat Allah bertumbuh di dalam diri saya, ini akan membuka peluang daging saya memimpin. Bukan urapan Allah yang memimpin saya tetapi diri saya sendiri. Ketika itu terjadi, urapan itu seperti ada di samping saya dan diam, tidak lagi di dalam dan aktif.

Contoh : Simson. Kedagingannya lebih memimpin ketika dia tidak menghargai pengurapan Allah. Bandingkan dengan Elisa yang menginginkan lebih dan menanggapi pengurapan dengan serius.

  1. Menerima transfer urapan

Mendengar ini mungkin bisa membuat orang mengernyitkan dahi. Tetapi inilah faktanya, bahwa Tuhan juga bekerjasama dengan orang-orang yang diurapi-Nya :

Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus.”

(Kisah Para Rasul 8:17)

Saya tidak menjelaskan secara detail bagian ini, karena pelajaran tentang ini sudah disampaikan pada bulan Juli 2010 dan akhir tahun 2011, di gereja ini.

Gereja kita mengembangkan Pembapaan (Fatherhood) & Keputraan (Sonship) yang luar biasa. Bagaimana anak-anak rohani saya melakukan banyak hal mujizat, lebih dari yang pernah saya kerjakan oleh karena Kristus.

Frank Bailey, mengatakan “Banyak orang menganggap pelayanan Yesus aneh, tetapi Dia selalu memakai pengurapan untuk menjamah dan mengubah kehidupan banyak orang.”

Sebagai tambahan, bahwa pengurapan kesembuhan dapat diterima oleh seseorang secara tidak langsung.

Satu contoh, Kisah Para Rasul 19:11-12,

Oleh Paulus Allah mengadakan mujizat-mujizat yang luar biasa, bahkan orang membawa saputangan atau kain yang pernah dipakai oleh Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dankeluarlah roh-roh jahat.”

 

Rindukan pengurapan. Hiduplah dengan ajaib.

 

 

GJKI-Millenium Damai : Pdt. Ir. Ary Suksmono H. M.Miss

GJKI MILLENIUM DAMAI

ALAMAT :

Jl. Amarta No.1
(eks. Gedung UPKM YAKKUM)

Ngabeyan, Mangkuyudan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah

Contact person :

Priskila : 081 2258 9831,

Matias Iwan : 0857 2505 3542,

Paulus Joko : 0271 7907842,

Albert : 0815 7819 4925

Bank Mandiri AC : 138 00 0509219 7 a/n. Ari Suksmono Hertanto. QQ GJKI Millenium Damai

Program Pembangunan Gereja ( Program HAGAI )

Bank PANIN AC : 3087001771 a/n. GJKI Millenium Damai

TABLOID Selengkapnya

klik gambar untuk melihat lebih jelas

Gallery Selengkapnya

AKU BERSERAH

MEDIA VIDEO Selengkapnya

free counters