ROTI DAN ANGGUR PERJAMUAN BERUBAH MENYERUPAI DAGING DAN DARAH (?)

ROTI DAN ANGGUR PERJAMUAN BERUBAH MENYERUPAI DAGING DAN DARAH(?)

·         Jemaat GJKI-Millenium Damai dibawah penggembalaan Pdt. Ir. Ari Suksmono H. M.Miss, yang berada di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, dikejutkan dengan fenomena-fenomena berubahnya anggur dan roti yang menyerupai darah dan daging. Benarkah ? Apakah Tuhan sedang mendemonstrasikan kuasanya di akhir jaman ini ?

 

Pdt. Ir. Ari Suksmono H, M.Miss

·         Apa tanggapan Bapak tentang kejadian roti dan anggur Perjamuan Kudus yang berubah menjadi daging dan darah di Gereja Bapak ?

Jawab : Sebenarnya lebih tepat dikatakan “roti dan anggur Perjamuan Kudus berubah menyerupai daging dan darah.” Bukan telah menjadi daging dan darah. Untuk mengetahui daging atau darah memang harus dilakukan tes DNA dan segala macam. Padahal itu belum dilakukan. Jadi untuk menghindari isu dan hal yang tidak baik. Lebih baik dikatakan menyerupai saja.

·         Bagaimana awalnya bisa terjadi seperti itu ?

Jawab : Jemaat melaporkan perubahan-perubahan fisik Perjamuan Kudus itu kepada kami

·         Sejak kapan ?

Jawab : Kejadiannya berturut-turut. Semuanya terjadi dalam tahun ini. Padahal sebelumnya tidak pernah saya menerima laporan seperti ini. Bahkan semenjak Gereja ini berdiri.

·         Pernahkah timbul pemikiran perubahan itu disebabkan oleh karena kerusakan atau kadaluwarsa ?

Jawab : Ya. Dengan tidak membatasi kuasa Allah, saya pernah berpikir demikian. Tetapi kalau melihat rangkaian kesaksian dan fakta yang mereka alami, membuat saya berpikir ulang. Sebenarnya bahan anggur Perjamuan Kudus dibuat dari bahan sirup populer dari perusahaan nasional, yang semua orang pasti tahu. Kami telah tetapkan sirup itu aman apabila juga diminum anak balita.

·         Benarkah banyak kesaksian terjadinya mujizat dan kesembuhan sehubungan dengan Perjamuan Kudus di tempat ini ?

Jawab : Memang benar. Semua orang yang percaya akan tubuh dan darah Tuhan Yesus pasti akan menerima mujizat tubuh dan darah Tuhan Yesus. Pada pemanggilan saya sebagai hamba Tuhan, saya dijumpai Tuhan Yesus berkali-kali secara adikodrati. Saya diminta Tuhan menjadi Pendeta, tetapi saya menolak. Demikian juga terhadap isteri saya. Dia katakan tidak siap mendampingi saya sebagai isteri Pendeta. Dua kali pertemuan awal saya diminta bertobat. Selanjutnya Tuhan ajak saya kesuatu tempat yang saya yakini itu Firdaus. Saya mati beberapa jam dengan tubuh terbujur di tempat tidur. Saya diurapi dan diberkati Tuhan dalam perjumpaan itu. Dalam waktu yang berbeda saya diperlihatkan jurang maut bagi orang yang tidak percaya kepada Tuhan, ditunjukkan tempat kuasa kegelapan dunia dan kuasa kegelapan yang ada di Indonesia. Terakhir ini yang akhirnya memicu kami melakukan doa peperangan teritorial, suatu peperangan rohani. Karena saya menolak menjadi Pendeta, Tuhan mengatakan kalau anak saya akan Dia bawa pulang. Saya memberontak. Jujur pada waktu itu saya mencintai anak lebih daripada Tuhan. Karena kami lama tidak punya anak. Benar saja, sebulan berikutnya anak saya meninggal dengan tidak ketahuan penyebabnya sampai hari ini. Masih dalam pergumulan hebat, akhirnya kami bersedia menjadi hamba-Nya.

·         Bapak dipaksa menjadi Pendeta oleh Tuhan ?

Jawab : Ya. Saya dipaksa menjadi Pendeta oleh Tuhan. Setelah peristiwa itu Tuhan menyingkapkan banyak hal tentang maksud dan rencanaNya atas kami, kota kami dan Indonesia. Termasuk Dia meminta saya melakukan Perjamuan Kudus setiap kali ibadah. Tuhan katakan bahwa saya akan mendapat banyak dan melihat kemuliaanNya. Sampai hari ini saya melihat mujizat dan kesembuhan terjadi ketika kami melakukannya dengan iman. Buta melihat, lumpuh berjalan, kanker tumor lenyap begitu saja, ketika mereka angkat Perjamuan Kudus dan diolesi minyak urapan.

·         Bisa disaksikan tentang peristiwa Perjamuan Kudus yang mengalami perubahan secara fisik ?

Jawab : Peristiwa perama kali, seorang pendoa kami membawa anggur perjamuan untuk kucuran yang telah berubah bentuk kepada saya. Anggur Perjamuan kucuran itu milik seorang jemaat dari Gereja lain yang kebetulan dia bawa pulang setelah KKR Mujizat dan Kesembuhan Illahi hari rabu. Anggur Perjamuan untuk kucuran yang dimaksud adalah anggur Perjamuan Kudus yang disiapkan dalam jumlah banyak untuk keperluan dikucurkan ke atas tanah, sehubungan dengan peperangan rohani, yaitu peperangan teritorial. Selanjutnya saya bawa kepada salah satu pekerja kami yang mengerti tentang kadaluwarsa. Dia katakan ada keanehan dalam anggur Perjamuan ini. Kalau diperhatikan menyerupai struktur darah. Bagian atas adalah darah putih, bagian tengah adalah seperti plasma darah dan bagian bawah seperti darah merah. Memang kita melihat seperti darah merah yang menggumpal. Kedua, saya mendapatkan laporan seseorang membawa pulang anggur Perjamuan dan sampai rumah mendapati di bawah cup anggur perjamuan ada gumpalan menyerupai darah, seperti darah menstruasi. Hitam dan kental. Ketiga, seorang jemaat membawa pulang anggur Perjamuan Kudus setelah mengikuti persekutuan doa yang diselenggarakan oleh Gereja. Dia bungkus dengan sapu tangan handuk dan diletakkan di jok motor. Sesampai di rumah dia mendapati anggur Perjamuan Kudus itu bocor dan membasahi kain. Betapa terkejutnya dia menyaksikan tumpahan anggur Perjamuan Kudus itu menyerupai darah. Dia spontan berteriak, “Darah Yesus!..” Tubuhnya terguncang, melorot ke bawah sambil menangis dan keheranan. Ketika dicuci, saya sendiri masih menyaksikan ada bercak membandel menyerupai darah. Keempat saya dikejutkan dengan laporan yang disertai foto cup anggur perjamuan yang muncul menyerupai wajah, yang dipercayai gambar wajah Yesus yang berasal dari seseorang yang tinggal di Bogor. Dia mendapatkan anggur Perjamuan Kudus itu dari salah satu pengurus Gereja setelah membuka website kami(www.gjki-milleniumdamai.org) Kelima, seorang ibu membawa pulang hosti Perjamuan dengan dibungkus kertas tisu kering. Selanjutnya yang terjadi hosti itu berwarna seperti darah. Cuma yang tidak saya mengerti, kalau seandainya ada kerusakan atas anggur Perjamuan, atau orang bilang kadaluwarsa, ini akan dijumpai pada semua stock yang ada pada kami atau paling tidak jemaat lain akan menjumpai kerusakan yang sama. Tetapi kenyataannya tidaklah demikian. Sampai hari ini, kejadian-kejadian itu menjadi perhatian Gereja. Saya pikir juga tidak perlu dibesar-besarkan supaya tidak menjadi batu sandungan. Kami mesti berhati-hati menanggapinya. Terpenting, biarlah semua yang terjadi untuk kemuliaan Tuhan Yesus saja. Karena apabila untuk manusia kita semua tahu itu akan sia-sia.

·         Apa tanggapan masyarakat tentang kejadian-kejadian ini ?

Jawab : Ya tentu saja ada yang menanggapi dengan antusias, disamping ada yang ragu tentang kebenaran perubahan fisik roti dan anggur Perjamuan Kudus. Tetapi paling tidak mereka yang mengalami ini telah jujur menyampaikan fakta ini tanpa rekayasa, apalagi ada maksud-maksud tertentu yang tidak baik.

 

Semua yang terjadi atas perubahan ini karena iman kita dalam Yesus yang percaya bahwa yang diangkat saat perjamuan adalah benar-benar Tubuh dan Darah Yesus, jika dilihat dengan mata memang itu roti dan anggur, tetapi iman mampu menyatakan ini benar-benar Tubuh dan Darah Yesus, sehingga Kuasa Tubuh dan Darah Yesus nyata dialami oleh semua yang percaya.

GJKI MILLENIUM DAMAI

ALAMAT :

Jl. Amarta No.1
(eks. Gedung UPKM YAKKUM)

Ngabeyan, Mangkuyudan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah

Contact person :

Priskila : 081 2258 9831,

Matias Iwan : 0857 2505 3542,

Paulus Joko : 0271 7907842,

Albert : 0815 7819 4925

Bank Mandiri AC : 138 00 0509219 7 a/n. Ari Suksmono Hertanto. QQ GJKI Millenium Damai

Program Pembangunan Gereja ( Program HAGAI )

Bank PANIN AC : 3087001771 a/n. GJKI Millenium Damai

TABLOID Selengkapnya

klik gambar untuk melihat lebih jelas

Gallery Selengkapnya

PASKAH ANAK SEKOLAH MINGGU GJKI-MD

MEDIA VIDEO Selengkapnya

free counters